Durian Bestala, Prima dona Buah Lokal Buleleng

  • Admin Kominfosandi
  • 24 Mei 2017
  • Dibaca: 94 Pengunjung

 

Buleleng terkenal memiliki banyak sentra penghasil buah lokal. Buah lokal yang terkenal di Buleleng diantaranya: durian, mangga, rambutan, manggis, langsat dan lain-lain. Khusus buah durian, maka yang paling terkenal di Buleleng adalah durian Bestala. Desa Bestala sendiri terletak di Kecamatan Seririt bagian atas, dengan topografi berupa perbukitan serta memiliki tingkat kesuburan tanah yang cukup. Bestala memang terkenal sebagai penghasil durian lokal dengan rasa buah yang manis dan legit.

Saat SIMA berkunjung ke Desa Bestala, dari pinggir jalan desa sudah tampak terlihat pohon durian yang berjejer di kebun-kebun penduduk desa setempat. Salah satu penduduk Desa Bestala Gede Ari Rismawan mengatakan, musim durian di Bestala sekitar bulan Desember hingga bulan Maret. Durian Bestala memiliki rasa manis dan legit sehingga sangat diminati oleh masyarakat pecinta durian dan masih menjadi incaran konsumen. Untuk dapat memanen, buah durian tidak dipetik sendiri melainkan menunggu buahnya jatuh sendiri. Hal ini dilakukan, selain mendapatkan buah yang matang sempurna juga disebabkan pohon durian Bestala pada umumnya memiliki ketinggian hingga 50 meter sehingga sangat sulit untuk memanen dengan cara memanjat.

A r i  R i s m a w a n menambahkan, usia pohon durian di desanya mungkin sudah mencapai ratusan tahun, karena seingat dia dari penuturan orang tuanya, bahwa pohon durian di desanya sudah ada sebelum orang tuanya lahir. Keunikan lain dari durian Bestala adalah adanya pemberian nama untuk masing-masing pohon durian sesuai dengan bentuk buah dan tempat tumbuhnya. Pemberian nama biasanya disesuaikan dengan keinginan dari pemiliknya, dan ada suatu kepercayaan di masyarakat bahwa dengan pemberian nama, apabila buah jatuh tidak akan menimpa orang yang ada di bawahnya.

Sayangnya, buah durian Bestala tidak bisa dijual setiap hari. Pemandangan para penjual durian Bestala di pinggir-pinggir jalan ataupun di pasar tradisional hanya bisa dinikmati sekitar empat bulan sekali setiap tahunnya. Umumnya, pedagang durian di pinggir jalan dan pasar tradisional mematok harga Rp. 25.000 – Rp. 50.000 per buahnya. Selain di jual di seputaran Bali, banyak juga pedagang yang membawanya ke Jawa. Produksi, distribusi dan cara pemasaran durian Bestala di Buleleng memang masih dilakukan secara tradisional dan sangat sederhana. Masyarakat Desa Bestala menanam durian dengan sistem tumpang sari dengan tanaman lain seperti cengkeh, manggis dan coklat.

Untuk pelestarian durian Bestala yang merupakan salah satu varietas durian lokal unggul adalah dengan membuat duplikat pohon induk. Upaya memperbanyak pohon dilakukan dengan mencari mata tempel kemudian menyebarkan bibitnya ke petani-petani. Jadi jika berkunjung ke Buleleng, jangan lupa mencicipi durian Bestala. (sur)

Sumber: Majalah Singa Manggala edisi 1/XVII/2017